Pedagang Resah Akibat Pembangunan Tol Batang-Pekalongan

By miraku on 19:21

komentar (0)

Filed Under:

Jalan tol transjawa melewati Batang-Pekalongan yang akan segera dibangun, membawa kebahagiaan sekaligus kekhawatiran. Kebahagiaan, karena akan mengurai kemacetan yang sekian lama dikeluhkan para pengemudi yang melewati jalur itu. Namun di sisi lain, pembangunan jalur bebas hambatan ini meresahkan para pedagang di Pasar Setono Pekalongan. Pasalnya, rute tol di wilayah Pekalongan-Batang tidak melewati jalur pantura, tempat pasar grosir itu berada.



Direncanakan, tol sepanjang 39 km itu membentang dari Kecamatan Sragi, Bojong, Kedungwuni, Pekajangan, Buaran, dan Karangdadap (Kabupaten Pekalongan). Kemudian menembus ke wilayah Kabupaten Batang melewati Kecamatan Warungasem dan Kecamatan Batang. Semua wilayah yang dilewati rute jalan tol berada di wilayah selatan kabupaten Pekalongan dan Batang, sementara Pasar Grosir Setono berada di wilayah utara Kota Pekalongan yang berbatasan dengan Kota Batang.

Para pedagang Pasar Grosir Setono, khawatir omzet harian penjualan batik, tekstil, kain ATBM, dan konfeksi, menurun akibat pembangunan jalan tol transjawa itu. Mereka berpendapat, para pengendara mobil dan bus wisata pasti lebih meminati tol daripada jalur pantai utara. Perwakilan pedagang, melalui Pemerintah Kota Pekalongan, mengusulkan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk memasang rambu petunjuk aneka tujuan wisata di Kota Pekalongan, termasuk wisata belanja di Setono, di ruas-ruas jalan tol baru itu.

"Pasar Grosir Setono merupakan wisata belanja batik yang mengandalkan pembeli luar kota yang sering melewati jalur pantura, terutama ketika mudik dan arus balik. Jika jalan tol jadi, kemungkinan banyak di antara mereka memilih jalan tol agar cepat sampai," kata Mila, salah seorang pedagang.

Pada hari-hari biasa, lebih kurang ada 1.000 pengunjung per hari. Mobil pribadi yang masuk pasar berjumlah sekitar 100 unit, sementara bus dan travel masing-masing 5 unit, belum lagi para pengendara motor yang datang dari luar maupun dalam kota. Menjelang dan sesudah Lebaran, pengunjung yang datang berjumlah sekitar 5.000 orang. Jumlah mobil yang masuk sekitar 300 unit, travel 15 unit, dan bus 20 unit. "Perlu pembuatan petunjuk jalan ke tempat-tempat wisata," kata Nadhirin Khasani, Manajer Operasional Pasar Grosir Setono.

Sumber: Suara Merdeka dot com

Dilajengaken, mas...

REALISASI FORMASI CPNS GURU TK Th.2009

By miraku on 19:58

komentar (0)

Filed Under:

Dalam release Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan Jum'at kemarin, Untung Budi Santoso, SH.MH selaku Kabag Humas menyebutkan bahwa mengingat banyaknya pertanyaan dari warga masyarakat khususnya anggota Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK) Kabupaten Pekalongan berkaitan dengan rincian formasi CPNS Guru TK dan persyaratan kualifikasi pendidikannya, Bupati Pekalongan melalui surat Bupati Nomor 810/635/2009 tanggal 8 September 2009, telah mengusulkan rincian pengadaan CPNS Formasi th.2009. Didalam usulan tersebut termasuk formasi Jabatan Guru TK dengan kwalifikasi pendidikan S-1 PGTK/PAUD, Psikologi + Akta IV/Sertifikasi Profesi dan D-II PGTK kepada Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan).

Langkah tersebut sebagai bukti respon Pemkab terhadap aspirasi masyarakat, namun demikian setelah melalui proses koreksi dari Pejabat Kantor Menpan,usulan rincian dimaksud tidak dapat direalisasikan. Salah satu usulan yang terkoreksi adalah usulan pendidikan D-II PGTK untuk formasi jabatan guru TK dengan alasan menyongsong berlakunya Undang-Undang tentang guru dan dosen.

Dengan pertimbangan besarnya minat lulusan D-II PGTK untuk dapat melamar CPNS, Bupati Pekalongan Dra. Hj. Siti Qomariyah, MA kemudian melayangkan kembali surat usulan perihal ralat usulan rincian tambahan formasi CPNS ke Menpan. Dalam surat tersebut antara lain diusulkan agar D-II PGTK dapat digunakan untuk persyaratan guru TK. Namun demikian usulan tersebut tidak disetujui Menpan sehingga dalam pengumuman seleksi CPNS, Pemkab menggunakan persetujuan awal Menpan yaitu dengan surat Nomor: 169/MPAN/9/2009 tanggal 9 September 2009. Dengan pertimbangan tersebut maka dalam pengumuman formasi CPNS Kab. Pekalongan Tahun 2009, formasi guru kelas TK ditetapkan harus berasal dari lulusan S-1 PGPAUD/S-1 PGTK dengan alokasi dua orang. (dhee2-Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan).

(Sumber : Situs resmi kab pekalongan)

Dilajengaken, mas...

Haloo Warga Pekalongan, Siap-siap ikutan CPNS ? Pelajari Prediksi Soalnya

By bewe on 04:38

komentar (1)

Filed Under: , ,

Sudah daftar lowongan CPNS yang serentak diselenggarakan di seluruh Jawa Tengah ? Sebagai warga Kabupaten pekalongan, aku juga turut berpartisipasi meramaikan rebutan "kue" pns yang tidak seberapa banyak ini. Meskipun dapat info dari teman bahwa "kue" yang jadi rebutan hanya 5% dari semua yang tersedia. Lalu, kemana yang 95% ? Yah, mungkin anda lebih tahu jawabnya...

Proses pendaftaran, baik lewat pos maupun online, sudah berakhir tanggal 10 November 2009 ini. Saatnya menunggu apakah kita lolos seleksi administratif dan berhak ikut ujian penerimaan pegawai negeri sipil. Sambil menunggu, ada baiknya kita mempersiapkan diri untuk menghadapi tes cpns. Berikut prediksi soal-soal tes CPNS formasi 2009 (di tempat lain banyak "dijajakan" dengan harga tertentu dengan iming-iming pendapatan sampingan, disini anda bisa dapat gratis.

1. Kemampuan Bakat Skolastik

2. Download Soal Ujian CPNS : Test Pemerintah Kabupaten

3. Download Soal Ujian CPNS : Test Kebijakan Pemerintah

4. Download Soal Ujian CPNS : Test Bahasa Indonesia

5. Download Soal Ujian CPNS : Test Bahasa Inggris

6. Download Soal Ujian CPNS : Test Falsafah Ideologi

7. Download Soal Ujian CPNS : Test Pengetahuan Umum

8. Download Soal Ujian CPNS : Test Sejarah Nasional Indonesia

9. Download Soal Ujian CPNS : Test Tata Negara

10. Download Soal Ujian CPNS : Test Amandemen UUD 1945

Demikianlah kumpulan soal-soal untuk bahan latihan persiapan ujian CPNS. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Sekecil apapun peluang, katanya, jangan berputus asa. Segala sesuatu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, namun kita wajib berusaha. jangan lupa berdoa. Semoga berhasil.

Dilajengaken, mas...

Kondisi Warga Gunung Telu Pasca Bencana

By bewe on 13:58

komentar (2)

Filed Under:

Hampir Di semua daerah di Indonesia, penanggulangan bencana selalu saja lambat. Seandainya pihak berwenang cepat tanggap mengurusi hajat hidup warga yang terkena musibah secepat anggota dewan rapat ketika membahas kenaikan anggaran untuk mereka sendiri, tentu banyak yang terselamatkan dan setidaknya duka karena bencana tidak berkepanjangan karena merasa tidak sendirian menghadapi murka alam.

Penanggulangan bencana tanah longsor dan jalan putus di Gunung Telu, Kutorojo, Kecamatan Kajen belum lama ini yang mengakibatkan terisolirnya sejumlah warga, terkesan lamban. Semenjak bencana terjadi sepekan kemarin, hingga kini warga masih terisolir.

Hingga kini warga Gunung Telu, paska bencana tanah longsor, masih dihantui perasaan was-was. Warga betul-betul dilanda rasa kecamasan, hampir kurang lebih sepekan jalan putus akibat longsoran, warga terus bertahan dalam pengungsian dirumah-rumah tetangga. Aktivitas jalur ekonomi juga belum kembali pulih. Warga hanya menunggu tangan panjang pemerintah, yang tak kunjung datang.

"Akibat jalan putus sepekan kemarin, hingga kini keberadaannya belum berubah. Sama sekali belum mendapatkan penanganan. Kalaupun ada hanya bantuan sembako. Kenapa penanganan jalan putus tak secepatnya ditangani yang merupakan infrastruktur vital. Pemerintah terkesan lamban," ujar pemuda asal Gunung Telu, yang namanya enggan dikorankan, kemarin.

Lanjut dia, mestinya begitu ada bencana, minimal ada penanganan pertama. Tidak harus menunggu berlarut-larut seperti ini. Hingga kini, warga diambang tidak kejelasan, meski harus hidup terus mengungsi.

Sementara itu Kepala Kesbanglinmaspol Kabupaten Pekalongan, Sigit Sridoyo ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk sementara ini untuk bencana tanah longsor di Gunung Telu masih dalam kajian tim teknis, baik dari pemda maupun provinsi.

Kata dia, tim sudah turun kelapangan, untuk dapat mendesain penanganan akibat bencana Gunung Telu. "Rencana awal akan dibuat jalan baru, dengan menggebral makam warga yang letaknya diatas jalan yang ambrol. Namun demikian, karena disitu ada pohon besar yang katanya dikeramatkan warga Gunung Telum. Hrapan kami semoga penanganan di Gunung Telu dapat secepatnya tertangani, sambil menunggu hasil tim teknis dari provinsi," ujar Sigit.

Dilajengaken, mas...

TITISAN DARAH PANTURA

By Aditama on 02:39

komentar (3)

Filed Under:

Anak anak Pekalongan dibesarkan dengan didikan wira usaha yang kuat. sehingga pada usia dewasanya membekas dalam benaknya menjadi seperti leluhurnya. Pedagang, pebisnis dan pembuat perusahaan sendiri. Budaya itu sudah ada semenjak nenek moyangnya dulu hingga kini. Petarung sejati dibidang wirausaha adalah sebuah pilihan harga mati untuk masyarakatnya.

Tapi belakangan ini sudah mulai memudar beriringnya susahnya menjadi wiraswasta. Banyak generasi sekarang yang sudah beralih fikiran benjadi pegawai atau PNS. Begitu ujian PNS ada, luar biasa peminatnya. ribuan orang berlomba mendapatkannya.

Ironis memang kota yang dulunya sebuah kota industri, sekarang berubah menjadi pengexport pegawai. Semuanya berganti dengan beriringnya carut marutnya negara ini. Mencari nafkah dengan berdagang serasa sulit untuk bersaing dengan barang barang import yang harganya lebih murah dari produk lokal. Batik Pekalongan kalah bersaiing dengan Batik China dan masih banyak lagi.

Entah 20th lagi mungkin sudah sulit sekali dijumpai anak anak titisan darah pantura yang menjadi Wira Usahawan sejati.

JANGAN BIARKAN SEMUANYA TERJADI.

TETAPLAH MENGARIR ANAK CUCUKU DARAH PANTURA, SEBAGAI WIRA USAHAWAN SEJATI..............

Dilajengaken, mas...

Megono Kuliner Khas Pekalongan

By miraku on 23:54

komentar (0)

Filed Under: , , ,


Pekalongan mempunyai makanan khas yang menjadi ciri kota ini iaitu megono.

Megono. Namanya unik, sepintas mirip nama orang (Margono, teman ketika kerja di Solo dulu. Sekarang kemana dan dimanakah engkau berada? Masih ingat setiap malam kita beramai-ramai main game Age of Empire di jaringan ? Waktu itu… maaf, ngelantur). Apa ya megono itu?


Megono adalah salah satu jenis kuliner dari Bumi Batik (aku ingin mempopulerkan sebutan ini di blogku untuk diriku sendiri, meski mungkin agak sedikit bertolak belakang dengan slogan blog ini “bukan sekedar kota batik” ). Secara umum, megono adalah makanan untuk teman makan nasi, sejenis sayuran tapi tidak memakai kuah, dengan bahan utama buah nangka muda yang dicacah lembut, dengan adonan bumbu khas ( berhubung aku cuma penikmat, bukan pembuat megono, aku tidak bisa menjelaskan proses pembuatannya secara rinci).

Megono paling enak dinikmati bersama nasi, mendoan, dan paling penting sambel, disajikan hangat. That was most delicious food in the world, i think :) Di semenanjung (bahasa apa ini?) Pekalongan, di seluruh kolong Bumi Batik, dan di mana saja ada ruang yang bisa ditempati di belahan Kota Santri (terlalu bombastis apa tidak ya?), berjejer warung lesehan dengan menu utama sego bumbu (ini nama lain untuk nasi plus megono). Biasanya mulai dasar (bahasa Pekalongan untuk menyebut menanta barang dagangan) setiap sore menjelang petang dan nanti laut (mulai mengemasi barang dagangan dan bersiap pulang) menjelang tengah malam.

Warung-warung lesehan ini merupakan ajang untuk bersosialisasi warga Pekalongan, nongkrong sambil cuci mata, dan kadang digunakan untuk … cari jodoh! Ah, jadi ingat dan pengen makan megono nih, sayang di Purwokerto tidak ada (jarang?) yang jual nasi megono.

Dilajengaken, mas...

Kesenian Tradisional Pekalongan

Ada banyak kesenian tradisional yang berasal dari Pekalongan. Ada seni tari, seni musik, seni drama, seni lukis, dan sebagainya. Di sini aku sebutkan beberapa di antaranya, yakni Simtudduror, sintren dan tentu saja seni batik.



Simtudduror


kesenian_simtudduror_pekalonganSimtudduror, atau biasa disebut duroran merupakan kesenian tradisional yang bernafaskan Islam dengan menggunakan rebana dan jidor sebagai alat musiknya.


Kesenian ini beranggotakan antara 15 orang - 20 orang, dengan diiringi musik mereka melantunkan puji-pujian atau sholawatan sebagai ungkapan syukur dan permohonan keselamatan dunia dan akhiran pada Allah SWT.



Kesenian ini biasa digunakan pada saat pembukaan acara khajatan atau selamatan yang diselenggarakan oleh warga masyarakat Kota Pekalongan yang terkenal dengan ketaatannya dalam menjalankan perintah Agama. ( Sumber: Kantor Pariwisata & Kebudayaan )


Tari Sintren


tari_sintren_pekalonganSintren adalah kesenian tradisional masyarakat Pekalongan dan sekitarnya, Sintren adalah sebuah tarian yang berbau mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dan Sulandono. Tersebut dalam kisah bahwa Sulandono adalah putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari.


Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Kir Baurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan diantara keduanya masih terus berlangsung melalui alam goib. Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ketubuh Sulasih, pada saat itu pula R. Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R. Sulandono. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari betul-betul masih dalam keadaan suci (perawan). Sintren diperankan seorang gadis yang masih suci, dibantu oleh pawangnya dan diiringi gending 6 orang sesuai Pengembangan tari sintren sebagai hiburan budaya maka dilengkapi dengan penari pendamping dan bador (lawak).


Didalam permainan kesenian rakyat pun Dewi Lanjar berpengaruh antara lain dalam permainan Sintren, Si pawang (dalang) sering mengundang Rokh Dewi Lanjar untuk masuk ke dalam permainan Sintren. Bilamana hal itu dapat berhasil maka pemain Sintren akan kelihatan lebih cantik dan dalam membawakan tarian lebih lincah dan mempesonakan.


( Sumber Kantor Pariwisata & Kebudayaan )


Seni Batik


seni_membatik_pekalonganBatik merupakan produk asli Indonesia dan merupakan kebudayaan asli kita. Sungguh membuat hati ini menjadi resah ketika tiba-tiba ada negara lain yang mengklaim kesenian batik sebagai budaya mereka. Sungguh negara yang tidak tahu malu mengaku-aku kebudayaan negara lain sebagai miliknya. Dilihat dari segi manapun terlihat jelas bahwa kesenian batik milik republik tercinta ini. Hanya karena kita belum mempatenkannya, mereka mendahului mengklaim. Sungguh.. ah sudahlah, malah jadi esmosi nanti.

Batik Pekalongan terkenal di seluruh dunia, diantaranya motif jlamprang, Cuwiri, Garuda Madep, Galaran. Batik Pekalongan mempunyai ciri tersendiri didalam segi motif ataupun warnanya. Warna atau motif batik Pekalongan banyak berpengaruh gaya dan motif Cina.


Dilajengaken, mas...

Dewi Lanjar, Legenda Penguasa Laut Pekalongan

Ada cerita yang beredar di masyarakat Pekalongan tentang Penguasa Pantai Utara Jawa di wilayah Pekalongan, ialah Dewi Lanjar. Siapa dan bagaimana legenda Dewi Lanjar, sosok makhluk halus berwajah cantik ini ? Ikuti kisah berikut.

Diceritakan pada jaman dahulu di suatu tempat Kota Pekalongan hiduplah seorang putri yang sangat cantik jelita, bernama Dewi Rara Kuning. Adapun tempat tinggalnya tiada dapat diketahui secara pasti.

Sejak ditinggal suaminya itu Dewi Lanjar hidupnya sangat merana dan selalu memikirkan suaminya saja. Hal yang demikian itu berjalan beberapa waktu lamanya, tetapi lama kelamaan Dewi Lanjar berpikir bahwa kalau dibiarkan demikian terus akan tidak baik akibatnya. Oleh karena itu ia kemudian memutuskan untuk pergi meninggalkan kampung halamannya, merantau sambil menangis hatinya yang sedang dirundung malang.
Dalam menempuh gelombang hidupnya Dewi Rara Kuning mengalami penderitaan yang sangat berat, sebab dalam usia yang sangat muda ia sudah menjadi janda. Suaminya meninggal dunia setelah beberapa waktu melangsungkan pernikahannya. Maka dari itulah Dewi Rara Kuning kemudian terkenal dengan sebutan Dewi Lanjar. ( Lanjar merupakan sebutan bagi seorang perempuan yang bercerai dari suaminya dalam usia yang masih muda dan belum mempunyai anak ).

Tersebutlah, perjalanan Dewi Lanjar sampai disebuah sungai yaitu sungai Opak. Ditempat ini kemudian bertemu dengan Raja Mataram bersama Mahapatih Singaranu yang sedang bertapa ngapung diatas air di sungai itu. Dalam pertemuan itu Dewi Lanjar mengutarakan isi hatinya serta pula mengatakan tidak bersedia untuk menikah lagi. Panembahan Senopati dan Mahapatih Singoranu demi mendengar tuturnya tergaru dan merasa kasihan. Oleh karena itu dinasehatinya agar bertapa di Pantai Selatan serta pula menghadap kepada Ratu Kidul. Setelah beberapa saat lamanya, mereka berpisahan serta melanjutkan perjalanan masing-masing, Panembahan dan Senopati beserta patihnya melanjutkan bertapa menyusuri sungai Opak sedangkan Dewi Lanjar pergi kearah Pantai Selatan untuk menghadap Ratu Kidul.

Dikisahkan bahwa Dewi Lanjar sesampainya di Pantai Selatan mencari tempat yang baik untuk bertapa. Karena ketekunan dan keyakinan akan nasehat dari Raja Mataram itu akhirnya Dewi Lanjar dapat moksa ( hilang ) dan dapat bertemu dengan Ratu Kidul.

Dalam pertemuan itu Dewi Lanjar memohon untuk dapat menjadi anak buahnya, dan Ratu Kidul tiada keberatan. Pada suatu hari Dewi Lanjar bersama jin - jin diperintahkan untuk mengganggu dan mencegah Raden Bahu yang sedang membuka hutan Gambiren ( kini letaknya disekitar jembatan anim Pekalongan dan desa Sorogenen tempat Raden Bahu membuat api ) tetapi karena kesaktian Raden Bahu, yang diperoleh dari bertapa Ngalong ( seperti Kalong / Kelelawar ), semua godaan Dewi Lanjar dan jin - jin dapat dikalahkan bahkan tunduk kepada Raden Bahu. Karena Dewi Lanjar tiada berhasil menunaikan tugas maka ia memutuskan tidak kembali ke Pantai Selatan, akan tetapi kemudian memohon ijin kepada Raden Bahu untuk dapat bertempat tinggal di Pekalongan. Oleh Raden Bahu disetujui bahkan pula oleh Ratu Kidul. Dewi Lanjar diperkenankan tinggal dipantai utara Jawa Tengah terutama di Pekalongan. Konon letak keraton Dewi Lanjar terletak dipantai Pekalongan disebelah sungai Slamaran.

Dilajengaken, mas...